Senin, 14 November 2016

Dewasa Rohani



 
Tiga tingkatan kedewasaan menurut Steven R. Covey dalam bukunya The Seven Habits of Highly Effective People:
1.       Dependent (bergantung) – Bayi
Selalu merepotkan orang lain, selalu memerlukan orang lain menolong dia. Mungkin usianya sudah tua, tapi tipenya selalu dependen, bergantung pada orang lain, selalu membutuhkan bantuan orang lain, seperti bayi tidak bisa mandiri. Bayi itu lucu, tapi kalau sudah 40-60 tahun, kelakuan masih seperti bayi, sedikit ditegur, menangis, tidak bisa kerja, tidak bisa merenungkan firman Tuhan sendiri, selalu merepotkan orang lain. Itu bukannya lucu tapi menyebalkan.

2.       Independent (mandiri) – Muda
Dia bisa mandiri, bekerja, mencari nafkah sendiri, membaca firman Tuhan sendiri. Tapi dia selalu merasa paling hebat, tidak butuh orang lain, ego yang sangat tinggi-kecenderungan anak muda. Susah kalau kita punya pasangan hidup yang egois. Bekerja dalam pelayanan susah kali kita selalu menemukan orang yang paling hebat. No way! Tidak ada seorangpun hebat, hanya Tuhan yang hebat! Orang yang pada tingkat independent sering berkata, "Tanpa aku semuanya tidak jalan!"

3.       Interdependence (kesalingtergantungan) – Dewasa
Ketika Tuhan menciptakan Adam, Adam sudah mandiri dan bisa mengatur taman Eden sendiri. Tapi Tuhan katakan, tidak baik dia sendiri. Orang yang interdependent itu saling tergantung. Prinsipnya selalu "saling." Selalu bicara mengenai teamwork. Dia sadar perlu istri, teman, suami. Di kantor, dia membangkitkan tim yang kuat. Ketika memimpin, dia akan membangkitkan pemimpin-pemimpin yang lain. Prinsipnya adalah tidak ada superman di dunia ini, tapi super team! Orang interdependen ini sangat supel, sangat suka bekerja dalam tim. Tubuh manusia adalah contoh kesalingtergantungan yang paling nyata. Untuk saling menelepon saja orang bergerak di seluruh tubuhnya. Prinsip alkitab adalah prinsip saling! Saling membantu, mendoakan, mengokohkan, memberi, mengaku dosa. Prinsip saling adalah prinsip kesalingtergantungan. Orang yang dewasa bisa membangun teamwork karena karakternya sudah dewasa.

Tiga ciri orang Kristen dewasa menurut Paulus dalam I Korintus 3:1-9:
1)       Menghasilkan buah kehidupan lebih dari buah pelayanan (1-4)
·         I Korintus 1:7 à tidak kekurangan dalam suatu karuniapun.
·         Pelayanan bagus à buah di pertanyakan??
·         I Korintus 1:10 à ‘perpecahan’ skisma: sobekan
·         Galatia 5: 19-23 à Perbuatan (dilakukan – diri sendiri) daging vs Buah (dihasilkan – bukan karena diri kita) Roh!

2)       Orang yang suka mengutamakan daripada diutamakan (5-7)
·         Kecenderungan manusia danging adalah diutamakan atau mendapat prioritas
·         Diberi atau memberi? Diberkati atau memberkati? Di doakan atau mendoakan? Dikubur atau mengubur?
·         Apa kata Tuhan?
§  "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya" (Mark 9:30-37).
§  "Barang siapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barang siapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya" (Mark 10:43, 44).

3)       Orang yang mengerti tanggungjawabnya (8-9)
·         Aku menanam – Apolos menyiram à Berfungsi sesuai karunia
·         ‘Hidup dalam iman – bekerja sesuai panggilan’
·         Ketika orang mengerjakan tanggungjawabnya tidak bingung dengan tanggungjawab orang lain!
·         Kenapa banyak orang mengurusi orang lain? Karena tidak bertanggungjawab dengan tanggungjawabnya?
·         Kenapa yang punya 1 talenta komplain? Karena sibuk mengurus yang dipercayakan 2 dan 5 talenta.

(Khotbah Minggu, 06 November 2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar