Tiga
tingkatan kedewasaan menurut Steven R. Covey dalam bukunya The Seven Habits of Highly Effective
People:
1. Dependent
(bergantung) – Bayi
Selalu merepotkan orang lain, selalu memerlukan orang lain
menolong dia. Mungkin usianya sudah tua, tapi tipenya selalu dependen,
bergantung pada orang lain, selalu membutuhkan bantuan orang lain, seperti bayi
tidak bisa mandiri. Bayi itu lucu, tapi kalau sudah 40-60 tahun, kelakuan masih
seperti bayi, sedikit ditegur, menangis, tidak bisa kerja, tidak bisa
merenungkan firman Tuhan sendiri, selalu merepotkan orang lain. Itu bukannya
lucu tapi menyebalkan.
2.
Independent (mandiri)
– Muda
Dia bisa mandiri, bekerja, mencari nafkah sendiri, membaca
firman Tuhan sendiri. Tapi dia selalu merasa paling hebat, tidak butuh orang
lain, ego yang sangat tinggi-kecenderungan anak muda. Susah kalau kita punya
pasangan hidup yang egois. Bekerja dalam pelayanan susah kali kita selalu
menemukan orang yang paling hebat. No way! Tidak ada seorangpun hebat,
hanya Tuhan yang hebat! Orang yang pada tingkat independent sering
berkata, "Tanpa aku semuanya tidak jalan!"
3.
Interdependence (kesalingtergantungan)
– Dewasa
Ketika Tuhan menciptakan Adam, Adam sudah mandiri dan bisa
mengatur taman Eden sendiri. Tapi Tuhan katakan, tidak baik dia sendiri. Orang
yang interdependent itu saling tergantung. Prinsipnya selalu
"saling." Selalu bicara mengenai teamwork. Dia sadar perlu
istri, teman, suami. Di kantor, dia membangkitkan tim yang kuat. Ketika
memimpin, dia akan membangkitkan pemimpin-pemimpin yang lain. Prinsipnya adalah
tidak ada superman di dunia ini, tapi super team! Orang interdependen
ini sangat supel, sangat suka bekerja dalam tim. Tubuh manusia adalah contoh
kesalingtergantungan yang paling nyata. Untuk saling menelepon saja orang
bergerak di seluruh tubuhnya. Prinsip alkitab adalah prinsip saling! Saling
membantu, mendoakan, mengokohkan, memberi, mengaku dosa. Prinsip saling adalah
prinsip kesalingtergantungan. Orang yang dewasa bisa membangun teamwork
karena karakternya sudah dewasa.
Tiga ciri orang Kristen dewasa menurut Paulus dalam I
Korintus 3:1-9:
1) Menghasilkan
buah kehidupan lebih dari buah pelayanan (1-4)
·
I Korintus 1:7 à tidak kekurangan dalam suatu karuniapun.
·
Pelayanan bagus à buah di pertanyakan??
·
I Korintus 1:10 à ‘perpecahan’ skisma:
sobekan
·
Galatia 5: 19-23 à Perbuatan (dilakukan
– diri sendiri) daging vs Buah (dihasilkan
– bukan karena diri kita) Roh!
2) Orang yang
suka mengutamakan daripada diutamakan (5-7)
·
Kecenderungan manusia danging adalah
diutamakan atau mendapat prioritas
·
Diberi atau memberi? Diberkati atau
memberkati? Di doakan atau mendoakan? Dikubur atau mengubur?
·
Apa kata Tuhan?
§ "Jika
seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari
semuanya dan pelayan dari semuanya" (Mark 9:30-37).
§ "Barang
siapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan
barang siapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi
hamba untuk semuanya" (Mark 10:43, 44).
3) Orang yang
mengerti tanggungjawabnya (8-9)
·
Aku menanam – Apolos menyiram à Berfungsi sesuai karunia
·
‘Hidup dalam iman – bekerja sesuai
panggilan’
·
Ketika orang mengerjakan
tanggungjawabnya tidak bingung dengan tanggungjawab orang lain!
·
Kenapa banyak orang mengurusi orang
lain? Karena tidak bertanggungjawab dengan tanggungjawabnya?
·
Kenapa yang punya 1 talenta
komplain? Karena sibuk mengurus yang dipercayakan 2 dan 5 talenta.
(Khotbah Minggu, 06 November 2016)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar