Rabu, 26 Oktober 2016

Dewasa Dalam Memberi




 Kitab Maleakhi terdiri dari empat pasal. Empat pasal ini terbagi menjadi enam bagian. Bagian-bagian itu terdiri dari:
  1. Ps 1:1-5 Kasih Tuhan kepada Israel.
  2. Ps 1:6-2:9 Celaan terhadap para imam.
  3. Ps 2:10-16 perkawinan campuran dan perceraian.
  4. Ps 2:17-3:5 Penyucian melalui penghukuman.
  5. Ps 3:6-12 Persembahan persepuluhan
  6. Ps 3:13-4:6 Kemenangan orang benar pada hari Tuhan.
Isi kitab ini menunjukkan bahwa
  1. Bait Suci sudah dibangun kembali (516/515 SM) dan korban-korban serta hari raya dilaksanakan kembali,
  2. Pengetahuan umum mengenai Taurat telah diperkenalkan kembali oleh Ezra (+457-455 SM; lih. Ezr 7:10,14,25-26), dan
  3. Kemunduran yang kemudian terjadi di kalangan imam dan umat itu (+ 433 SM). Tambahan pula, suasana dan pengabaian rohani yang disebut Maleakhi sangat mirip dengan situasi yang dijumpai Nehemia ketika kembali setelah tinggal beberapa waktu di Persia (433-425 SM) untuk melayani sebagai gubernur kali kedua di Yerusalem (bd. Neh 13:4-30). Ketika itu,
    1. Para imam telah menjadi korup (Mal 1:6--2:9; Neh 13:1-9),
    2. ersepuluhan dan persembahan diabaikan (Mal 3:7-12; Neh 13:10-13), dan
    3. perjanjian pernikahan dilanggar ketika para suami menceraikan istri Ibrani mereka untuk menikahi wanita kafir (mungkin lebih muda dan cantik) (Mal 2:10-16; Neh 13:23-28). Karena itu, sangatlah mungkin Maleakhi memberitakan amanatnya sekitar 430-420 SM.

Kritik Teks
Kitab Maleakhi adalah kitab terakhir dalam PL. Kitab ini ditulis oleh seorang nabi yang menyebut dirinya Maleakhi. Nabi Maleakhi adalah termasuk salah satu dari nabi-nabi yang ada sesudah pembuangan. Didalam Septuaginta nama Maleakhi pada fasal 1:1 diterjemahkan dengan kata “Utusan-Ku”. Rupa-rupanya nama ini diambil dari ps 3:1, dimana Yahwe mengatakan “lihatlah Aku menyuruh utusan-Ku (dalam =Ibrani “Maleakhi”). Sedangkan dalam versi lain dituliskan “Yahweh is a messenger” Tuhan menyuruh (pesuruh, kurir dari Tuhan).


PENDAHULUAN
Ada beberapa gereja yang terus menerus mengkhotbahkan tentang persepuluhan, namun ada pula yang tidak pernah mengkhotbahkannya karena hal itu dianggap tabu. Pemberian persepuluhan mencerminkan kedewasaan rohani seseorang. Ketika seorang memberi persepuluhan, hal ini merupakan tanda bahwa ia bersyukur atas berkat yang diterimanya dan tetap mengutamakan Tuhan sebagai sumber berkat. Melalui perenungan terhadap Maleakhi 3:6-12, kita akan mempelajari beberapa hal penting mengenai persepuluhan dan kita dapat hidup di dalamnya.

Pertama: Tidak memberi persepuluhan berarti menipu Allah (ay 8)
Sejarah persembahan persepuluhan.
·         Abraham memberikannya kepada Melkizedek (Kej 14:20).
·         Yakub bernazar akan memberikannya kepada Tuhan (Kej 28:22).
·         Sejak jaman Musa, maka persembahan persepuluhan ini bukan lagi merupakan persembahan yang bersifat sukarela, tetapi diharuskan! (Ul 14:22).
·         Dalam Im 27:30, dikatakan bahwa persembahan persepuluhan adalah milik Tuhan. Karena itu lihatlah apa yang dika­takan Maleakhi dalam ay 8 tentang orang yang tidak memberikan persembahan itu.
·         Pada jaman Tuhan Yesus hidup dalam dunia, hukum tentang persembahan persepuluhan tetap berlaku (Luk 18:12; Mat 23:23). Ini dipakai sebagai dasar untuk mengatakan bahwa hukum itu masih berlaku sampai saat ini!

Karena itu KJV/RSV/NIV/NASB men­terjemahkan Mal 3:8 ini dengan kata ‘rob’ (= merampok), dan ini jelas merupakan terjemahan yang lebih tepat. NASB memberikan kemung­kinan terjemahan lain, ‘defraud’ (menipu atau menggelapkan uang).

Kedua: Persepuluhan adalah sebuah perintah (Ay 10)
·         Ayat 10 merupakan sebuah kalimat perintah mengenai pemberian   persepuluhan. Kata “bawalah” menunjuk pada berkat yang sudah ada pada kita, artinya persepuluhan dari apa yang telah kita peroleh, bukan dari yang belum kita peroleh.
·         Kata “seluruh” berarti seluruhnya yakni sepersepuluh dari berkat yang kita terima, jangan dipotong atau jangan memberikan sebagian saja.
·         Sedangkan kemana persepuluhan diberikan, dijelaskan dalam ayat ini “ke dalam rumah perbendaharaan” yakni “rumah Tuhan”. Dalam konteks masa kini, persepuluhan diberikan ke rumah Tuhan, yakni gereja di mana saya mengalami pertumbuhan secara rohani. Namun hal penting yang perlu dipahami adalah konsep persepuluhan dalam Perjanjian Lama, pertama-tama diberikan kepada kaum Lewi yakni salah satu dari 12 suku yang tidak mendapatkan pembagian  lahan untuk dikerjakan, tetapi mendapat tugas khusus untuk tinggal dan bekerja di bait Allah (Bilangan 18:6, 20-21). Selanjutnya, setelah Bait Allah tidak menjadi sentral ibadah umat Israel, maka persepuluhan diarahkan ke rumah Tuhan, yakni gereja pada masa kini.

Ketiga: Berkat karena memberi persepuluhan (ay 10-12)
Berkat dari memberi perpuluhan, diawali dengan frase “dan ujilah Aku”. Tuhan hanya menggunakan frase ini dalam janji berkat-Nya bagi mereka yang dengan setia memberikan persepuluhan. Artinya, ini adalah sebuah kepastian dan dapat dibuktikan penggenapannya. Janji berkat-Nya terdapat dalam ayat 10b-12, yakni:
1.      Tuhan akan membuka tingkap-tingkap langit, berarti Ia akan membukakan alternative-alternatif lain sebagai sumber berkat, bahkan hal yang tidak pernah kita pikirkan.
2.      Tuhan akan menghardik belalang pelahap, menunjukan pemeliharaan Allah atas berkat yang ada pada kita.
3.      Tuhan akan mewujudkan “berkat” yang seharusnya menjadi milik kita, yakni berkat yang memang telah disediakan bagi kita oleh Tuhan.
4.      Tuhan akan menjadikan kita berkat bagi banyak orang, melalui “kebahagiaan” yang kita miliki maka kita menjadi “negeri kesukaan,” dimana banyak orang memperoleh berkat dan damai sejahtera melalui kehidupan kita.

APLIKASI
Memberikan persepuluhan mencerminkan kedewasaan rohani seseorang. Persepuluhan merupakan perintah Tuhan untuk dilakukan oleh setiap orang percaya, karena persepuluhan adalah hak atau bagian Tuhan.  Tuhan sendiri berjanji akan memberkati setiap orang yang setia memberikan persepuluhan. Semakin kita setia memberikan persepuluhan, kita akan semakin melihat betapa Tuhan memberkati kehidupan kita. Dengan mengebalikan persepuluhan berarti kita sedang menunjukkan bentuk kedewasaan, ketaatan dan keberkatan hidup kita. God bless....


Dr. Kornelius Sabat., M.Th
Gembala GBI ROCK Magelang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar