Senin, 10 Oktober 2016

Budi vs Bodi




BUDI VERSUS BODI
 
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah (metamorphoo ; merubah gambar) oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Rom 12:2 | TL)

Jangan meniru tingkah laku dan kebiasaan dunia ini, melainkan jadilah orang dengan kepribadian yang sama sekali baru dalam segala perbuatan dan pikiran, niscaya Saudara akan mengerti dari pengalaman sendiri bahwa jalan-jalan Allah itu sempurna dan sungguh-sungguh memuaskan Saudara. (FAYH)

Mengapa BUDI yang disuruh merubah bukan BODI?

1.      Merubah BODI lebih mudah daripada merubah BUDI
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu (Fil 4:8)

2.      BODI hanya untuk sementara – BODY untuk kekekalan
Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang (I Tim 4:8 | TB)

Karena senam bagi tubuh itu sedikit sahaja gunanya; tetapi ibadat itu berguna di dalam segala sesuatu, sebab ada padanya perjanjian hidup yang sekarang ini dan yang akan datang. (TL)

3.      BODI PERLU DIRAWAT BEGITU JUGA DENGAN BUDI
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (II Tim 3:16)

*)Ringkasan Khotbah Dr. Kornelius Sabat., M.Th di Universitas Tidar Magelang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar