BUDI VERSUS BODI
Janganlah kamu
menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah
(metamorphoo ; merubah gambar) oleh pembaharuan budimu, sehingga
kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan
kepada Allah dan yang sempurna. (Rom 12:2 | TL)
Jangan
meniru tingkah laku dan kebiasaan dunia ini, melainkan jadilah orang dengan
kepribadian yang sama sekali baru dalam segala perbuatan dan pikiran, niscaya
Saudara akan mengerti dari pengalaman sendiri bahwa jalan-jalan Allah itu
sempurna dan sungguh-sungguh memuaskan Saudara. (FAYH)
Mengapa BUDI
yang disuruh merubah bukan BODI?
1. Merubah
BODI lebih mudah daripada merubah BUDI
Jadi
akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil,
semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang
disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu (Fil 4:8)
2. BODI
hanya untuk sementara – BODY untuk kekekalan
Latihan
badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena
mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang
(I Tim 4:8 | TB)
Karena
senam bagi tubuh itu sedikit sahaja gunanya; tetapi ibadat itu berguna di dalam
segala sesuatu, sebab ada padanya perjanjian hidup yang sekarang ini dan yang
akan datang. (TL)
3. BODI
PERLU DIRAWAT BEGITU JUGA DENGAN BUDI
Segala
tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk
mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan
untuk mendidik orang dalam kebenaran. (II Tim 3:16)
*)Ringkasan Khotbah Dr. Kornelius Sabat., M.Th di Universitas Tidar Magelang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar